Incorporating with

Menko Maritim Kaji Ulang Pembangunan Pelabuhan Baru

Selasa, 3 Maret 2015
JAKARTA
– Pemerintah kembali akan mengkaji rencana pembangunan 24 proyek pelabuhan baru. Pasalnya hingga saat ini masih banyak pelabuhan-pelabuhan yang terkendala dengan masalah efisiensi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo membenarkan akan hal itu. Menurutnya tujuan pembangunan pelabuhan adalah meningkatkan sistem logistik dan memperkuat konektivitas nasional. Jika kedua hal tersebut tidak tercapai maka perlu dilakukan pembenahan.

 

Indroyono mengartikan, kehadiran pelabuhan tersebut harus mampu menurunkan PDB per kapita dari sektor logistik.

"Sekarang masih 24 persen menjadi 19 persen. Artinya contohnya angkut kontainer dari Padang ke Jakarta harganya USD600. Tapi dari Singapura ke Jakarta hanya USD185. Artinya biayanya masih sangat tinggi, dewlling timenya masih antara 6 sampai 7 hari, harusnya 3 sampai 4 hari. Oleh karena itu dilihat pelabuhannya bisa mencapai ini atau tidak," ujarnya kepada Okezone di Jakarta.

Berdasarkan hal itu, lanjut Indroyono, saat ini Pemerintah sedang membuat prioritas dari mana saja pelabuhan yang akan dibangun mana yang ditunda. Dari 24 pelabuhan yang direncanakan akan dibangun, lima di antaranya diprioritaskan dibangun sebagai Deep Sea Port.

Kelima Deep Sea Port tersebut berlokasi di Kuala Tanjung, Tanjung Priuk, Tanjung Perak, Makassar dan Sorong. "Kalau saya prioritas utama untuk 5 pelabuhan utama itu. Karena itu arahan dari Presiden untuk tol laut itu," tandasnya.

Sumber

Supporting Publication

       

 

Who's Online

We have 238 guests and no members online

Exhibition Hours

WED, 4 November 2020
12.00 am - 05.00pm

THU, 5 November 2020
10.00 am - 05.00pm

FRI, 6 November 2020
10.00 am - 05.00pm

SAT, 7 November 2020
10.00 am - 05.00pm

© 2018 Indo Marine Expo & Forum organised by PT Napindo Media Ashatama, Indonesia